Ketua DPRD Sumbar Minta Kepala Daerah Pecat Kepsek yang Larang Siswa Ujian karena Nunggak Uang Komite

Ketua DPRD Sumbar Supardi minta agar kepala sekolah yang tidak membolehkan siswa ikut ujian karena belum lunas uang komite untuk dipecat.

Wista Yuki
Senin, 23 Mei 2022 | 14:21 WIB
Ketua DPRD Sumbar Minta Kepala Daerah Pecat Kepsek yang Larang Siswa Ujian karena Nunggak Uang Komite
Instagram @officialsupardi

Ranah – Ketua DPRD Sumbar Supardi minta gubernur maupun bupati/wali kota memecat kepala sekolah (kepsek) yang tidak membolehkan siswa ikut ujian karena belum melunasi uang iuran komite.

Supardi mengungkapkan, bahwa tindakan tegas harus diambil karena sangat penting untuk masa depan pendidikan Sumbar. Apalagi aduan kasus seperti ini telah banyak masuk ke DPRD Sumbar.

“Jika praktik tidak membolehkan siswa mengikuti ujian karena tidak membayar komite ditemukan, kita minta gubernur atau wali kota bupati memberhentikan kepala sekolah itu. Kapan perlu copot kepala dinasnya,” ujar Supardi, Senin (23/5/2022).

Ia menambahkan, bahwa kepsek tidak boleh menghubung-hubungkan antara kewajiban orang tua dengan hak anak.

Menurutnya, pembayaran uang iuran komite tersebut merupakan kewajiban orang tua. Sedangkan mengikuti ujian adalah hak anak.

“Kita minta gubernur melalui Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar mengintruksikan Disdik kabupaten kota untuk tidak menyamakan kewajiban orang tua dengan hak anak. Tujuan pendidikan dalam konstitusi, adalah mencerdaskan anak bangsa,” beber Supardi.

Ia mengharapkan Disdik mencarikan solusi agar tidak membebani wali murid yang belum mampu membayar uang komite.

Apalagi pasca covid-19, ekonomi masyarakat belum stabil, bahkan kebanyakan cenderung terpuruk. Hanya masyarakat golongan tertentu saja yang bisa ekonominya kembali seperti semula," tuturnya.

Selanjutnya kata Supardi, iuran komite tidak diwajibkan dan jangan sampai siswa juga ikut memikirkan hal tersebut. Sehingga, konsentrasi untuk mengikuti ujian terganggu.

"Lebih miris lagi, ketika ada para guru yang lebih sering mengingatkan uang komite ketimbang persiapan ujian. Seolah-olah yang lebih wajib itu membayar komite, bukan ujian," ungkapnya.

Sikap itu, menurut Supardi, secara tidak langsung, perangkat sekolah telah membodohi siswa. Kepala daerah harus mengatisipasi hal ini.

Supardi mengatakan, meski saat ini pemerintah daerah sedang fokus membangun sektor ekonomi, pariwisata ataupun bidang lainnya, akan tetapi jangan sampai gagal mencetak anak-anak cedas.

"Jika pembangunan tidak dikelola oleh SDM memadai, upaya-upaya itu menjadi percuma saja," katanya.

Selain itu terang Supardi, persoalan ini tidak cukup dengan Surat Edaran (SE) saja. Namun harus diiringi dengan pengawasan yang optimal.

“SE tidak akan efektif. Jika hukuman yang akan diterima tidak sampai ke telinga para kepada sekolah. Khususnya kepada gubernur yang SMA/SMK berada pada wilayah kewenangannya,” ujarnya.

Lebih jauh ditegaskan, meski iuran komite merupakan kesepakatan antara wali murid dan pihak sekolah, tidak ada kewajiban untuk harus membayar jika tidak mampu. Apalagi menakut nakuti murid tidak bisa ujian.

Saat akan ujian pikiran siswa mesti fokus, jangan diberikan beban yang tidak seharusnya mereka pikirkan. Percaya diri mereka juga bisa hilang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Barlius mengatakan, akan melakukan pendataan tentang hal ini.

Dalam Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah, menurut dia, telah jelas melarang dengan tegas komite sekolah melakukan pungutan baik kepada orang tua ataupun murid.

Namun, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Permendikbud yang diterbitkan, masih memberikan ketentuan bagi komite sekolah untuk berperan aktif mendukung kemajuan pendidikan.

“Salah satu ketentuan itu adalah komite sekolah. Diperkenankan melakukan penggalangan dana berupa sumbangan dan bantuan,” katanya.

Meski demikian, tetap ada rambu-rambu ataupun batasan-batasan apabila komite sekolah ingin melakukan penggalangan dana tersebut.

News

Terkini

Penentu kemenangan timnas Indonesia di laga final Piala AFF U-16, Kafiatur Rizky, mengungkapkan keinginan untuk bergabung dengan Persija Jakarta.

Bola | 19:34 WIB

Beberapa waktu lalu, Semen Padang FC mengusulkan agar Liga 2 2022 menggunakan format dua wilayah.

Bola | 16:23 WIB

Tingkah lelet Nagita Slavina saat lomba pacu karung

News | 15:13 WIB

Dalam postingan di Instagramnya, terlihat Mbak Rara sedang berada di Istana Merdeka saat upacara Peringatan HUT RI ke-77.

News | 14:46 WIB

Aisyahrani melahirkan bayi perempuan tepat di hari kemerdekaan RI ke-77

News | 14:05 WIB

Pencipta lagu Ojo Dibandingke yaitu Abah Lala bangga dan bersyukur karyanya dinyanyikan Farel Prayoga di Istana Merdeka.

News | 18:25 WIB

Saat geladi resik di Istana Merdeka, Presiden Jokowi memberikan nasehat kepada penyanyi cilik Farel Prayoga.

News | 13:49 WIB

Usai menjuarai Piala AFF U-16, para pemain timnas Indonesia menghadiri Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-77 di Istana Merdeka, Jakarta.

Bola | 12:38 WIB

Lucinta Luna blak-blakan soal operasi yang sudah dijalaninya saat menjadi bintang tamu di podcast Deddy Corbuzier.

News | 17:25 WIB

Anang Hermansyah memberi sinyal ingin kembali ke kursi parlemen

News | 16:06 WIB

Sebelum dilepaskan, keempat ekor kukang itu dinyatakan sehat oleh dokter hewan.

News | 13:38 WIB

Viral seorang pedagang di Nganjuk yang menjual nasi goreng dengan harga Rp1.000 namun porsinya banyak.

Lifestyle | 11:57 WIB

Penyidik Bareskrim menyita sejumlah barang bukti dalam penangkapan tersebut.

News | 10:40 WIB

Dua rumah milik Anisa Bahar yang dijual itu berada di daerah Bogor.

News | 09:25 WIB

Selain menghadiri upacara HUT RI ke-77 di Istana Merdeka, para pemain berkemungkinan bertemu dengan Presiden Jokowi.

Bola | 18:35 WIB
Tampilkan lebih banyak